ALLAH MENANUNGIKU MENJADI MANUSIA YANG BERADAB DAN BERMARTABAT
Sebenarnya aku lebih senang hidup bebas tak terkendalikan oleh perasaan
Namun, selalu saja suara lirih di dalam sana, membisikkan suaranya untukku menahan kebebasanku
Sebenarnya aku lebih senang pura-pura tak mendengar
Namun, selalu saja suara lirih di dalam sana, membuat telingaku semakin peka untuk mendengar dengan sangat jelas
Sebenarnya aku lebih suka seolah-olah tak melihat orang lain yang membutuhkan pertolongan, ataupun sampah yang mesti kupungut untuk diletakkan di tempatnya
Namun, selalu saja suara lirih di dalam sana, menggerakkan sudut mataku untuk bisa melihat secara jelas, dan menggerakkan tanganku untuk memungutnya
Sebenarnya aku lebih senang tiba-tiba sudah terlelap tanpa harus menyapaNya
Namun, selalu saja suara lirih di dalam sana, membangunkan dan menggelitik rasa gelisahku untuk duduk dan memulai untuk bicara padaNya
Kucoba diam tanpa bicara
Kucoba menutup mata
Kucoba mendengarkan sunyi dan keheningan
Kucoba melepaskan segala yang ada dalam pikiran
Dan … hanya denyut nadi dan helaan nafas kehidupan yang kurasakan
Kucoba tahan untuk merasakan sesak yang tak dapat kutahan
Hingga kusadar . . . Allah hadir dalam setiap tarikan nafasku
Allah hadir melalui bisikkan lirih yang sering kuingkari seolah tak terdengar
Namun . . . Allah menyayangiku dan tak menjauhkanku dari kebaikkan
KuasaNya menaungiku untuk dapat hidup sebagai manusia yang beradab dan bermartabat
Sungguh Kasih Allah tak terbatas bagiku
*hrpmm
Recent Comments