SMP STRADA SANTA MARIA 2

PERJUSA KELAS 9

Hai haiii sobat mardoeta!!!

Ada cerita seru dari kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) kelas IX SMP Strada Santa Maria 2. Kegiatan ini terasa sangat spesial bagi kami, karena tidak lama lagi kami akan menyelesaikan perjalanan di kelas IX. Rasanya campur aduk—senang, bangga, dan sedikit haru karena ini menjadi salah satu kebersamaan terakhir di tahun ajaran 2026.

Kegiatan dimulai pada Jumat, 6 Maret 2026 dengan registrasi peserta. Setelah semua berkumpul, acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan sebagai tanda dimulainya Perjusa. Setelah itu kami mengikuti berbagai kegiatan seru seperti memasak, bakti sosial, dan permainan pos ke pos seperti halang rintang, PBB, KIM, serta beberapa permainan lain yang melatih kekompakan dan kerja sama.

Menjelang sore, suasana semakin ramai karena setiap kelas mulai berlatih untuk penampilan malam pentas seni. Persiapannya benar-benar terasa. Kelas 9A, 9B, dan 9C menampilkan ide kreatif masing-masing. Para perempuan menyiapkan Semaphore Dance yang terlihat kompak dan penuh semangat, sementara para laki-laki menampilkan PBB dengan berbagai variasi gerakan yang sangat rapi dan keren. Latihan sore itu penuh energi—semua ingin memberikan penampilan terbaik.

Malam harinya, setelah makan malam dan latihan regu, tibalah momen yang ditunggu yaitu api unggun dan pentas seni. Suasana semakin meriah dengan penampilan dari setiap kelas yang sangat luar biasa. Gerakan semaphore yang kompak, variasi PBB yang keren, dan di akhir acara ada kembang api yang membuat malam itu terasa semakin spesial dan tidak terlupakan.

Setelah kegiatan malam selesai, kami menutup hari dengan renungan dan doa malam. Tapi keseruannya belum selesai. Setelah doa malam, kami masih sempat bermain benteng dan petak umpet bersama teman-teman. Rasanya seperti kembali ke masa kecil—lari-larian, tertawa bersama, dan menikmati kebersamaan tanpa memikirkan apa pun.

Keesokan harinya, Sabtu pagi dimulai dengan senam pagi agar tubuh kembali segar. Setelah itu kami bersiap, sarapan, mengikuti kegiatan pagi, lalu menutup seluruh rangkaian acara dengan upacara penutupan dan beres-beres.

Perjusa ini bukan hanya tentang kegiatan pramuka, tapi tentang persahabatan, kekompakan, dan kenangan yang akan selalu kami ingat. Apalagi bagi kami kelas IX, momen ini terasa sangat berarti karena menjadi salah satu cerita terakhir sebelum kami benar-benar lulus dan melangkah ke perjalanan baru.

 

Sebarkan artikel ini