Hai semua, Salam Pramuka. Saya Christian Dwi Imanuel Priyadi Kelas 9 dari SMP Strada Santa Maria 2, Kwarran Tangerang Kwarcab Kota Tangerang. kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya pada saat mengikuti Jambore Nasional ke-11 ini. Dimulai dari awal saya dipanggil untuk mengikuti seleksi di kwartir ranting Tangerang bersama teman saya yaitu Ruth, di mana pada saat itu saya diajak seleksi di kwartir ranting sangat mendadak diberitahu pagi siang berangkat, namun di waktu yang mendadak itu saya jadi bisa belajar membagi waktu saya untuk untuk belajar di sekolah dan untuk belajar untuk persiapan seleksi. Setelah jam sekolah selesai saya dan Ruth berangkat memfotocopy berkas-berkas yang kami butuhkan, setelah itu kami berangkat ke kwaran dengan rasa sedikit takut. Di sana saya dan Ruth melihat hanya ada dua peserta laki-laki dan begitu banyak peserta perempuan dari berbagai SMPN. Pada saat itu saya sangat lega dan Ruth panik karena saingannya sangat banyak. Seleksi pun berjalan dengan lancar, dan hasilnya pun disampaikan saya dan saingan saya lolos karena hanya dua peserta pada saat itu dan Ruth tidak lolos karena saingannya sangat keras. setelah selesai seleksi saya sempatkan untuk berteman dengan kakak kakak disana dan meminta doa untuk saya lolos di seleksi di kwarcab dan pulang. Hari seleksi di Kwarcab pun tiba saya berangkat ke kwarcab sendiri dan saat saya sampai disana ternyata saya terlalu pagi datangnya teman teman saya belum datang. Saat waktu untuk menunggu mereka saya sempatkan untuk belajar lagi tentang materi yang akan dicoba pada saat seleksi. Beberapa jam berlalu teman saya datang dan kami melakukan pendaftaran ulang disana,pada saat itu saya panik karena sangat banyak pesertanya. Seleksi pun berjalan dengan lancar hasil seleksi tidak langsung dibagikan tetapi lewat instagram hasilnya. setelah itu saya pulang dengan harapan lolos. setelah sampai dirumah saya lihat instagram ternyata sudah ada hasilnya ada 8 putra dan 8 putri namun saya tidak lolos, tetapi dari hasil itu saya tidak menyerah. Pada suatu hari saya mendengar bahwa bakal ada anggota mereka yang akan digantikan karena sering jarang datang latihan. Sehari setelahnya itu saya ditelpon oleh pembina pramuka saya dan Ruth memberi tahu bahwa saya lolos menjadi pengganti nomor 1, pada saat itu saya sangat gembira. Setelah saya mengetahui itu saya sangat serius latihan tanpa merasa lelah di omelin oleh pelatih. Hari demi hari latihan dan latihan tidak terasa sudah beberapa hari lagi Jamnas dimulai, kami mempersiapkan barang barang bawaan kami untuk nanti di Cibubur. Setelah itu kami melakukan pelepasan di Kwarda kami yaitu di serang, Banten bersama bapak Gubernur, kami memiliki teman baru lagi di sana yang sangat keren keren dan kece tentunya. setelah itu beberapa hari kemudian kami pelepasan Kwarcab kami di Kota Tangerang bersama bapak Walikota. Setelah pelepasan di Kwarcab kami memindahkan barang barang ke bis, dan setelah itu tidak lupa berpamitan dengan orang tua kami. setelah itu kami berangkat ke Cibubur dan kami memulai perjalan kesana dengan berdoa agar diberi keselamatan sampai nanti kami pulang lagi ke Tangerang. Beberapa saat kemudian kami sampai di Cibubur, kami memulai dengan mengambil nomor antrian tes swab, dan sambil menunggu antrian saya dan teman teman memindahkan barang barang dari bis ke tempat yang disediakan untuk kami menyiapkan diri untuk kegiatan besok pembukaan Jamnas 11. Pada saat setelah kami test swab kami membangun tenda dengan cuaca yang sangat buruk (hujan) dan sudah mau malah juga jadi itu adalah salah satu tantangan kami di Cibubur. Hari pertama dimulai dengan upacara pembukaan yang begitu meriah dengan cuaca yang begitu panas, saya dan teman saya sakit dehidrasi yang bisa dibilang lumayan parah dikarenakan kami berdua hanya meminum air sedikit dengan cuaca yang sangat panas ini. Pada upacara 17 Agustus saya berdua dengan teman saya mengikuti dengan berharapan tidak pingsan saat itu. Beberapa hari kami jalankan berdua dengan teman saya yang sakit memaksakan untuk melakukan kegiatan dengan kondisi yang tidak memungkinkan, Setiap ada waktu luang kami hanya bisa tidur dan minum, Pada saat itu kami berdua tidak berani memberitahu pelatih kami karena takut kepadanya. Hari demi hari berlalu kami melakukan banyak kegiatan menemukan banyak teman baru dan kami bertukar bet daerah kami. pada setiap malam kami menonton acara di lapangan utama dan pergi ke pasar Jambo untuk membeli makan dan pelekat untuk sekolah kami masing masing, dan juga setiap kami melakukan kegiatan kami menyempatkan untuk menjelajah tempat yang ada di sekitar tempat kegiatan kami. Pada suatu kegiatan saya bertemu dengan bapak Presiden untuk pertama kalinya di hidup saya. Dan tiba di mana puncak acara kami yaitu pelaksanaan kegiatan api unggun malam sebelum perpisahan dilakukan, kegiatan api unggun berjalan dengan lancar tanpa ada masalah apapun. Besoknya pada saat upacara penutupan banyak atraksi seperti upacara lainnya juga, setelah upacara penutupan selesai kami sangat sedih dan kami semua berjanji akan kembali latihan bersama lagi. Sekian cerita pengalaman saya di Jamnas 11 yang begitu banyak drama setiap harinya. Terima kasih sudah membaca dan Salam Pramuka. Β 

Sebarkan artikel ini