PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL  MELALUI OUTDOOR LEARNING DENGAN

KUNJUNGAN KE  MUSEUM BENTENG HERITAGE, TANGERANG

Pendidikan bukan hanya bagaimana cara untuk memperoleh pengetahuan, namun pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan serta perkembangan diri peserta didik. Kemampuan atau kompetensi
tersebut dapat dicapai melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas (indoor learning) maupun pembelajaran di luar kelas (outdoor learning). Salah satu kegiatan pembelajaran di luar kelas adalah studi lapangan.

Salah satu Program Kegiatan Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018 SMP Strada Santa Maria 2 adalah studi lapangan. Pada hari Rabu tanggal 21 Maret 2018 Siswa/Siswi kelas VIII SMP Strada Santa Maria 2 yang berjumlah 128 siswa telah melakukan kegiatan studi lapangan dengan melakukan kunjungan ke Museum BENTENG HERITAGE, Jl. Cilame No. 18 & 20, Pasar Lama, Tangerang. Yang melatarbelakangi mengapa Museum BENTENG HERITAGE menjadi sasaran obyek kunjungan adalah agar Siswa/Siswi yang sebagian besar etnis Thionghoa dan tinggal di Kota Tangerang semakin mengenal dan menambah wawasan tentang Peranakan Thionghoa di Tangerang dan sejarah Kota Benteng yang merupakan cikal bakal pusat Kota Tangerang. Bagi Siswa/Siswi yang bukan keturunan Thionghoa akan memperkaya pengetahuan budaya bangsa Indonesia, sehingga akan menumbuhkan rasa saling menghargai, kesadaran bahwa perbedaan akan dapat menjadi kekuatan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan. Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan dapat  menambah pengalaman terhadap tempat bersejarah di Kota Tangerang, khususnya Museum BENTENG HERITAGE. Para Siswa/Siswi tidak hanya sekedar melakukan kunjungan, akan tetapi mereka juga diwajibkan untuk menuliskan kembali pengalaman-pengalaman selama melakukan kunjungan. Hal ini dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis. Karena jarak yang tidak terlalu jauh kurang lebih 1 km, maka kunjungan dilakukan dengan berjalan kaki dari sekolah sampai Museum. Para siswa yang didampingi guru pendamping terlihat semangat menyusuri jalan Daan Mogot menuju Pasar Lama. Tampak kegembiraan dan keakaraban diantara mereka, dan hal ini akan membangun keakraban dan semangat solidaritas antara sesama siswa, guru, dan karyawan. Agar kegiatan kunjungan ke Museum berjalan tertib dan lebih efektif maka kunjungan dibagi 4 tahap yang dimulai dari kelas VIII A, sampai tahap terakhir kelas VIII D. Untuk setiap tahap kunjungan hanya membutuhkan waktu 90 menit, 60 menit untuk kunjungan di Museum dan 30 menit untuk perjalanan dari sekolah sampai Museum dan sebaliknya. Sebelum dan sesudah melakukan kunjungan ke Museum Siswa/Siswi tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pada akhir kegiatan setiap siswa membuat refleksi dari pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan studi lapangan tersebut. Dari pengalaman yang dialaminya siswa mampu merefleksikan diri dan akhirnya akan membuat niatan aksi yang tentunya harus diwujudnyatakan.

Sebarkan artikel ini