Kamis, 15 Agustus 2024, Sekolah Strada Kompleks Pasar Baru mengadakan misa pembukaan tahun ajaran 2024/2025. Misa ini juga bertepatan dengan perayaan Hari Maria Diangkat ke Surga, yang merupakan momen penting dalam kalender liturgi Gereja Katolik. Ekaristi kudus ini dipimpin oleh Romo Patrisius Sutrisno, OSA dan dihadiri oleh seluruh siswa dari TK, SD, SMP, serta semua guru dan karyawan sekolah Strada Kompleks Pasar Baru Tangerang.
Dalam homilinya, Romo Tino menekankan pentingnya pengampunan yang merujuk pada ajaran Yesus Kristus sendiri mengenai pengampunan 7 kali 70 kali (pengampunan tanpa batas). Romo Tino mengajak seluruh peserta misa untuk menerapkan sikap pengampunan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Ia juga menekankan bahwa dengan hati yang bersih dan penuh pengampunan, kita dapat hidup dengan damai dan rukun, dengan bercermin pada teladan Bunda Maria yang selalu setia dan taat kepada kehendak Tuhan sehingga Ia dipilih menjadi ibu Tuhan kita Yesus Kristus dan diangkat ke surga dengan badan yang utuh oleh Allah sendiri.
Misa berlangsung dengan penuh hikmat dan diakhiri dengan pemberkatan bagi seluruh warga sekolah. Perayaan Ekaristi kudus ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dan penuh berkat bagi seluruh siswa dan guru dalam menjalani tugas dan tanggungjawbanya di tahun ajaran baru.
Mantap sekali๐, semoga nanti sekolah ini dapat berkembang dengan lebih baik untuk kedepannya
Wow keren banget ๐
Keren
Wah sangat sangat keren๐๐๐
wow keren banget.
artikel nya kerenn, artikel mardoeta selalu keren dan menarik
Bermanfaat ๐๐ป
MANTAP
keren banget ๐คซ๐งโโ๏ธ
Keren
Keren banget
Sangat menarik dan bermanfaat ๐๐
Keren
Keren sangat bermangfaat๐๐๐
Keren๐ฅ๐ฅ
keren
Bermanfaat bagi semuanya
Kenzou dan bumi
Kita bilang nyaa KERENN DAN BAGUSSSS ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ MENYALAAA STRADAA KUUUUU โค๏ธโ๐ฅโค๏ธโ๐ฅ kata bumi
Keren
Ok
Misa nya sangat berjalan dengan lancar.
Semoga kedepannya lebih baik
Bagus dan keren
Bagus ๐
Bagus banget dan bermanfaat
Semoga yang disampaikan oleh romo Tino dapat bermanfaat
Mirip Ekaristi bedanya kalau di gereja dinyanyikan tapi kamu disini tidak