Pada hari Rabu, 26 Februari, Saya dan teman-teman seangkatan kelas 9 SMP Strada Santa Maria 2 pergi ke sekolah untuk mengikuti kegiatan rekoleksi yang diadakan sekolah. Kami akan ke Civita Youth Camp dengan menaiki bus. Bus berangkat dari sekolah menuju Civita tepat pukul enam pagi. Sehingga saya dan teman-teman harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan diri berserta peralatan yang harus dibawa. Hari itu sangatlah spesial, karena merupakan hari di mana kami semua dapat berkumpul tanpa dipisahkan per kelas. Kami sampai di Civita sekitar pukul 7:30. Civita Youth Camp merupakan salah satu tempat sangat luas dan memiliki udara yang sejuk. Walau untuk memasuki tempat tersebut kita semua harus berjalan kaki sejauh 50 meter karena bus tidak dapat memasuki jalan yang kecil.

Setelah memasuki tempat, kami semua berfoto bersama perkelas dengan para guru wali kelas. Setelah kami memasuki ruangan pertemuan atau ruangan khusus yang terbuka, kami semua duduk dengan teman-teman kami. Di sana kami mulai diperkenalkan dengan semua suster ataupun frater dan pengurus tempat Civita Youth Camp. Di sana semua suster dan Frater sangatlah ramah dan baik, namun tetap tegas. Sebelum memasuki sesi seminar pertama, kamu diminta untuk mengumpulkan Hand Phone kami, agar kami dapat lebih fokus dengan kegiatan seminar dan rekoleksi kali ini.

Akhirnya kami memasuki sesi pertama, yaitu mengenai mengenal diri sendiri dan teman atau sesama. Dalam sesi ini kita diminta untuk menulis apa saja sifat buruk dan sifat baik yang kita miliki, dan kita di minta untuk membuat simbol yang melambangkan diri kita. Menurut saya, kegiatan ini sangatlah seru karna kami dapat lebih berusaha mengenal diri kami dan dapat mengenal apa pendapat teman-teman bagi diri kami. Ada beberapa teman saya yang dipilih untuk maju dan mempresentasikan hasil pekerjaannya, walau ruangan tersebut penuh dengan murid-murid, guru, dan suster ataupun frater, namun keheningan masih dapat dijaga. Ada yang mempresentasikan dengan malu-malu dan ada yang dengan percaya diri. Sesi ini sangatlah menyenangkan dan menambah pengalaman untuk lebih dekat dan mengenal sesama kita.

Setelah sesi 1, kami menjalan waktu “snack break” dengan mengantri untuk mengambil camilan di dapur Civita Youth Camp, walau harus mengantri namun saat mencicipi donat gula yang telah disediakan, rasa lelah dan bosan menghilang seketika. Banyak yang memuji lembutnya adonan donat tersebut. Selain memakan donat, kami semua juga berkumpul bersama teman-teman terdekat kami. Kami berbagi snack dan minuman, dan menikmati waktu bersama.

Akhirnya kami memasuki sesi ke 2 yaitu mengenai keluarga. Para suster ataupun frater membimbing kami dan menjelaskan pentingnya peran keluarga dalam hidup kami, kami diajarkan mengenai segala pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua kami. Kami juga bermain ice breaking, game ini dipimpin oleh salah satu suster, game ini tentang evolusi dimana semua harus bermain berpasang-pasangan, lalu menyebar. Namun, karena kakiku masih belum sembuh total dari cedera, saya hanya bisa duduk dan menonton segala keseruan dan kebersamaan yang teman-teman saya alami. Sesi ini merupakan sesi yang sangat mengharukan, karena saya dapat lebih memahami pentingnya peran keluarga dan sekitar dalam pertumbuhan iman seseorang.

Kemudian, kami memasuki sesi ke-3 yaitu mengenai perencanaan. Sesi ini banyak membahas tentang cara memperbaiki diri kita dan mengenai masa depan. Kita juga diminta untuk mengisi sebuah kertas mengenai kira-kira berapa uang yang telah orang tua kita keluarkan untuk kita dan refleksi setelah mengetahui berapa biaya yang ada. Di sesi ini saya menyadari bahwa melalui diri kita, kita harus dapat memancarkan kasih kepada sesama. Kami semua diajak untuk memikirkan masa depan, membangun niat, dan membuat rencana. Menurut saya, sesi ini merupakan sesi yang paling berkesan karena kami dapat mendengarkan motivasi dan semangat dari para suster dan frater.

Setelah sesi ke-3 kamu diberi waktu sekitar 30 atau 20 menit untuk makan siang, dimulai dari para siswi, kami makan makanan yang telah di sediakan. Sederhana, namun nikmat. Setelah makan, kami juga diwajibkan untuk mencuci piring kami masing-masing, lalu kembali ke aula atau ruangan terbuka, untuk mengikuti misa penutup.

Misa penutup berjalan dengan lancar, saya senang melihat teman-teman saya yang aktif dan tertib saat mengikuti misa ataupun yang memiliki tugas pelayanan di misa. Akhirnya misa pun selesai, dan kegiatan rekoleksi selesai. Karena wilayah Civita Youth Camp luas, dan bapak ibu guru sangat baik hati kami diberi waktu untuk berkeliling. Saya mengelilingi wilayah Youth Camp bersama teman-teman. Hari itu sangatlah seru. Akhirnya saat pukul 3 sore, kami jalan kembali ke arah bus meninggalkan daerah Civita Youth Camp. Rekoleksi ini merupakan kegiatan yang sangat seru dan menyenangkan, dari semua seminar yang saya telah jalani saya belajar mengenai betapa pentingnya kita mengenal diri sendiri dan sesama, pentingnya kita bersyukur atas apapun kondisi keluarga kita, dan pentingnya untuk membangun niat untuk masa depan sejak dini.

Sebarkan artikel ini